-->

Rumus Besar Usaha

Rumus Besar Usaha - Pernahkah kamu berusaha mendorong tembok? Apakah tembok tersebut bergerak? Meskipun kamu merasa lelah dan berkeringat, namun saat kamu mendorong tembok tersebut, dikatakan bahwa kamu tidak melakukan usaha sama sekali atau usahanya bernilai nol. Mengapa demikian?

Rumus Besar Usaha

Semakin besar gaya yang digunakan untuk memindahkan benda, semakin besar pula usaha yang dilakukan. Semakin besar perpindahan benda, semakin besar pula usaha yang dilakukan. Berdasarkan pernyataan tersebut dapat disimpulkan bahwa besarnya usaha (W) ditentukan oleh besar gaya yang diberikan pada benda (F) dan besar perpindahannya (Δs). Secara matematis dapat dituliskan sebagai berikut.

W = F ∙ Δs

dengan:

W = usaha (joule)

F = gaya (newton)

Δs = perpindahan (meter)

Beberapa referensi lain menuliskan rumus besar usaha dalam notasi berbeda seperti berikut ini.

Rumus Besar Usaha
Rumus usaha ini biasanya kita pelajari pada tingkatan SMP tepatnnya pada Materi IPA Kelas 8 Semester 1. Rumus usaha ini akan sedikit berbeda pada tingkatan SMA dalam penulisan dan penggunaannya. Jika anda masih duduk di bangku sekolah SMP cukup pelajari rumus besar usaha dalam artikel ini.

Penerapan Rumus Besar Usaha

Apakah kamu sudah mulai mengetahui tentang konsep dan penerapan rumus usaha? Agar kamu lebih memahami konsep dan penerapan rumus usaha, ayo pahami pertanyaan berikut! Lani mendorong rak dengan gaya sebesar 100 N sehingga rak tersebut berpindah sejauh 10 m, sedangkan Siti mendorong rak lainnya yang sama massa dan ukurannya dengan gaya sebesar 400 N sehingga rak tersebut berpindah sejauh 40 m. Berapakah besar usaha yang dilakukan oleh Lani dan Siti?

Diketahui:

F Lani = 100 N  ΔsLani = 10 m

F Siti = 400 N  ΔsSiti = 40 m

Ditanya: WLani dan WSiti

Jawab:

W = F ∙ Δs

W Lani = 100 N ∙ 10 m = 1.000 J

W Siti = 400 N ∙ 40 m = 16.000 J

Jadi, besar usaha yang dilakukan oleh gaya dorong Lani adalah 1.000 J dan besar usaha yang dilakukan oleh gaya dorong Siti adalah 16.000 J.